17 Jan

Pengertian SSL Hosting dan Apakah Manfaatnya

Pengertian SSL Hosting dan Apakah Manfaatnya

 

Jika anda telah memilih suatu web hosting, mungkin anda akan mendapatkan opsi untuk mengaktifkan ssl atau tidak. Karena SSL ini biasanya berbayar, maka anda mungkin akan mulai mempertimbangkan apakah penting bagi anda memiliki SSL.

  1. Pengertian SSL

SSL adalah Secure Socket Layer dan merupakan standar bagi dunia industri internet untuk mengamankan transfer data antara browser dan server. Data dari server atau website anda akan dienkripsi sehingga data yang ada meskipun dibajak ditengah jalan, tidak bisa dibaca.  Untuk enkripsi sendiri, maksudnya adalah bahwa data yang ada akan di-kode-kan lagi dan hanya bisa dibuka jika ada kunci untuk membukanya. Jadi apabila hacker mendapat akses untuk “memotong” jalur data ditengah-tengah, dia tidak akan bisa membaca data tersebut.

 

 

  1. Proses Penyambungan Koneksi dengan SSL
  2. Jika kita mengetikkan alamat websit seperti https://websiteanda.com maka server akan mengenal permintaan tersebut sebagai permintaan untuk menyambungkan koneksi yang secure / aman. Kemudian, server mengirimkan respon yang harus diverifikasi oleh browser.
  3. Respon dari server ini berupa sertifikat SSL yang memuat berbagai informasi yang harus diverifikasi oleh browser.
  4. Informasi yang dibawa SSL adalah alamat domain, kemudian nama dan alamat perusahaan lengkap dengan kota dan provinsi (state). SSL juga memuat data mengenai tanggal kadaluarsa sertifikat SSL tersebut dan detail dari perusahaan yang mengeluarkan SSL tersebut / Certificate Authority.
  5. Jika verifikasi berhasil, maka koneksi yang aman akan terjadi antara web browser dengan server.

Jika koneksi yang aman telah terjadi, maka anda akan melihat tanda gembok disamping alamat website yang anda kunjungi.

Untuk alamat website yang mempergunakan SSL, akan terdapat huruf “s” dibelakang http yang ada seperti pada gambar diatas.

  1. Manfaat SSL bagi anda

Bagi anda yang memiliki website dengan fasilitas pembayaran online, SSL adalah hal yang mutlak diperlukan. Ini berlaku juga jika anda berbagi data yang confidential dengan pengunjung anda. Jika anda berbagi data yang sudah dibayarkan oleh pengunjung anda, maka sebaiknya anda juga mempergunakan SSL ini.

Namun jika anda hanya mempergunakan website biasa atau blog biasa tanpa fasilitas khusus dan data yang confidential, apakah anda mesti memiliki SSL juga? Jawabannya adalah, sayangnya sebaiknya anda juga membayar untuk SSL ini.

Saat ini, ada browser yang disetel secara default untuk memberi peringatan apabila website yang dikunjungi tidak memiliki SSL. Google Chrome misalnya, akan memberi peringatan bahwa website yang tidak memiliki SSL sebagai “Not Secure.”  Hal seperti ini akan membingungkan pengunjung website kita dan kemudian menganggap bahwa website kita tidak aman karena virus. Juga, image dari pengunjung tidak akan baik pada website tanpa SSL, karena adanya peringatan tadi.

Jika kita mengerti masalahnya, maka mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah, namun untuk pengunjung awam, mereka akan langsung berfikir bahwa website kita berisi virus atau malware.

Ini adalah pertimbangan anda, anda bisa kehilangan pengunjung yang mempergunakan browser seperti itu atau membayar untuk mendapatkan SSL.

Lalu bagaimana jika hosting anda adalah shared hosting, apakah bisa memakai SSL?

Jawabannya adalah bisa. SSL yang dipergunakan tentunya akan di-shared atau dibagi juga kepada masing-masing account yang ada di server tersebut. Namun, anda mungkin harus membayarnya juga atau langsung mendapatkan SSL. Ini tergantung pada pengelola server masing masing. Tetapi, jangan salah juga menganggap bahwa SSL ini kemudian gratis. Ini hanya masalah pengelola hosting membagi harga langsung ke konsumen atau meminta pembayaran per account.

  1. Untuk Shared SSL pada suatu server, begini cara kerjanya:

Untuk SSL shared, tidak digunakan nama domain anda, tetapi nama host server dan nama Cpanel andalah yang dipergunakan untuk koneksi. Alamat URL shared SSL ini mirip dengan alamat URL temporary pada suatu server sebelum disambungkan dengan suatu domain.

Misal, nama URL temporary ini adalah:

http://test1.merapihosting.com/user1

maka untuk shared SSL menjadi:

https://test1.merapihosting.com/user1

Untuk sambungan website biasa, kita biasanya mengakses melalui port 80 yang tidak dienkripsi. Untuk sambungan SSL, yang digunakan adalah port 443. SSL bisa bekerja jika ada hostname. Untuk shared hosting, semua account Cpanel pada server yang sama akan mempergunakan hostname pada server yang sama.

Semua sambungan SSL akan mempergunakan hostname yang sama tersebut. Yang membuatnya menjadi “shared” adalah nama pada akhir server hostname tadi bisa berubah menjadi nama username yang spesifik pada Cpanel. Jadi ketika sebuah website dikunjungi melalui hostname server, server tersebut akan mengetahui yang mana website kita melalui nama username kita tadi.

SSL pada jaman dahulu mungkin hanya dipergunakan oleh website tertentu saja. Alasannya barangkali karena hal ini memerlukan tambahan biaya. Namun masalahnya sekarang, semakin banyak browser yang dirancang untuk memperingatkan pengunjung suatu website bahwa website yang bersangkutan tidak memiliki sertifikat SSL. Peringatan ini, bisa disalahfahami oleh orang awam bahwa website bersangkutan bisa menularkan virus atau malware. Jadi, untuk hari ini, tidak memiliki SSL pada hosting kita berarti harus siap kehilangan sejumlah pengunjung juga. Jika anda membangun Online Shop, jangan sampai hal ini terjadi pada anda. Gunakan SSL meskipun anda menerima COD atau pembayaran lewat bank.

Untuk hosting tertentu, SSL ini bisa semakin menjadi masalah karena tidak bisa dibeli apabila server tidak upgrade ke yang spesifikasinya lebih tinggi.

Apakah anda akan memiliki SSL? Saran kami tentunya iya. Tetapi jawabanya kembali kepada kebutuhan anda.

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply